Pemkot Solo Akan Bantu Pedagang yang Gerobaknya Terinjak-injak Akibat Hoaks Menara Masjid Bergoyang

Pemerintah Kota Solo akan memberikan bantuan kepada pedagang yang gerobaknya terinjak injak akibat hoaks menara Masjid Sriwedari yang bergoyang. Sebab hoaks itu membuat warga berhamburan saat Car Free Day (CFD) di Solo, hingga menyebabkan berbagai kerugian. Termasuk pedagang yang gerobaknya harus jatuh karena tersenggol dan terinjak injak warga yang berlarian.

"Kasihan. Yang paling kasihan itu," tambahnya. Menurutnya, para pedagang melaporkan hal tersebut melalui paguyuban pedagang. Berdasarkan laporan yang masuk, kata Gibran, tak ada pedagang yang terdampak parah. Hanya ringan saja.

"Tapi nggak ada yang parah parah. Nggak ada yang sampai terluka, ringan semua," katanya. Di sisi lain, Gibran membenarkan dirinya bakal mencari penyebar hoaks terkait menara Masjid Sriwedari bergoyang. Diketahui, pernyataan Gibran bakal mencari penyebar hoaks dinyatakan melalui akun Twitter pribadinya @gibran_tweet.

Yo mengko digoleki ya ," katanya. Gibran mengaku belum mengetahui siapa yang menjadi dalang yang membuat warga Kota Solo di Car Free Day (CFD) berhamburan. Aku yo rung ngerti sopo (penyebar hoaks)," katanya.

Menurut putra sulung Presiden Joko Widodo itu, upaya untuk mencari pelaku bakal dilakukan melalui Closed Circuit Television (CCTV). "Yo paling lewat CCTV, dan lain sebagainya," kata Gibran. Selain itu, dia juga akan mencari informasi dari pedagang di sekitar lokasi hoaks itu terjadi.

"Ya coba nanti kita follow up dari pedagang pedagang yang sekitar itu, seperti apa yang sekitar situ," imbuhnya. Gibran menuturkan hoaks ini menyebabkan kerugian berbagai pihak. Termasuk taman hingga kios dan gerobak dari pedagang yang rusak. Mesakke rusak . Bukan cuma taman tok. Kios, gerobake juga ada yang rusak," pungkasnya. (*)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *